Using World Trade Law to Promote the Interests of Global South

Nandang Sutrisno

Salah satu pertanyaan perenial sekaligus urgen dalam diskursus pembangunan internasional adalah bagaimana mereduksi kesenjangan global yang cenderung makin melebar antara Selatan dan Utara. Solusi penting yang diajukan adalah pembentukan rezim global bagi perdagangan bebas yang berkeadilan. Terlepas dari berbagai justifikasi teoritis berikut kontribusi positif yang telah dihasilkannya selama ini, saat ini rezim tersebut dalam keadaan kritis. Keadaan ini dikonfirmasi oleh makin maraknya berbagai bentuk proteksionisme, populisme dan paternalisme dalam berbagai bentuk kebijakan di semua Negara, termasuk di Negara-Negara maju sekalipun, menunjukan bahwa pemahaman publik dalam isu kontroversial ini masih sangat lemah. Selain itu, masih kuatnya miskonsepsi di tingkat masyarakat sipil telah menyumbang kompleksitas tersendiri yang tak kalah seriusnya. Dalam responnya, buku ini berupaya untuk melihat persoalan secara utuh, objektif dan realistis dengan cara menyelami sejauh mana hukum ekonomi internasional mampu mengakomodir kepentingan-kepentingan Negara-Negara Selatan melalui pemberian perlakuan-perlakuan khusus dan berbeda bagi mereka dalam sudut pandang nilai-nilai keadilan universal yang diformulasikan oleh para teoritisi keadilan global kontemporer yang terkemuka, termasuk John Rawls dan Thomas M. Franck . Aspek praktis yang di dalamnya meliputi penerapan dan penegakannya pun tidak luput dari kajiannya. Tidak hanya itu, pembahasan pun makin menarik karena diperkaya oleh rujukan terhadap berbagai situasi praktis-aktual, termasuk aspek implementatif berikut penyelesaian sengketanya dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu contoh utamanya. Nilai tambah lain dari buku ini adalah keberhasilannya untuk menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti tanpa menghilangkan kekayaan atau keragaman tema yang menyertainya. Kesimpulannya, buku ini tidak hanya dapat dijadikan bahan bacaan bagi publik secara umum dan mahasiswa semata tapi juga sebagai sumber referensi primer bagi para spesialis yang mendalami hukum, pembangunan internasional, hubungan internasional, politik internasional, geopolitik, studi Dunia Ketiga atau post-kolonialisme maupun disiplin ilmu sosial dan kemanusiaan lainnya.

Nandang Sutrisno, S.H (UII), LLM (McGill), Ph.D (the University of Melbourne), adalah Wakil Rektor dan Staf Pengajar Hukum Internasional di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, dan Manajer Research Program tentang Sweatshops, Pembebasan Jasa dan Hukum Ekonomi Internasional di the Institute for Migrant Rights (IMR). Beliau adalah penulis beberapa buku dan artikel dalam berbagai jurnal hukum terkemuka, yang paling akhir adalah “Substantive Justice Formulated, Implemented and Enforced as Formal and Procedural Justice: A Lesson from WTO Special and Differential Treatment Provisions for Developing Countries” dalam 13 Journal of Gender, Race, and Justice 671-703 (2010).


Search the full text of this book