Tradisi Hukum Indonesia

Ratno Lukito

Tradisi Hukum Indonesia

Pembangunan “sistem hukum nasional” merupakan salah satu agenda utama dalam pembangunan nasional sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai dokumen resmi negara yang diadopsi sejak masa awal kemerdekaan. Awal dari upaya ini mungkin, tidak hanya bisa dirujuk pada perjuangan Supomo dengan konsepsi negara integralistik-nya yang kental dengan fasisme yang kemudian diadopsi UUD 1945 tapi juga sampai masa . Bagaimanapun, dalam perjalanannya, proyek kolosal ini mengalami banyak hambatan dan tentangan serius, entah itu di tataran akademis ataupun praktis. Kesimpang-siuran berlanjut ketika dihadapkan pada realitas di lapangan yang menegaskan masih diberlakukannya berbagai produk hukum kolonial untuk mengatur berbagai aspek fundamental dalam kehidupan bernegara. Bahkan sebagai bagian dari proyek nasionalisme konvensional ini seakan menjadi semakin usang ketika dihadapkan pada berbagai tuntutan kontemporer, utamanya, internasionalisme, berupa pengadopsian berbagai standar kemanusiaan universal (HAM), yang makin hari makin kuat intensitasnya. Terlepas dari berbagai anomali dan kesulitan yang mengemuka selama ini, aspirasi bagi pembentukannya masih tetap kuat seperti sediakala, termasuk di kalangan akademis dan masyarakat sipil secara luas di tanah air. Anehnya, bukannya tanggapan berupa maraknya studi kesarjanaan yang berbobot atau hadirnya upaya sistematis bagi pemajuannya malahan kemunduran yang didorong oleh berbagai bentuk partikularisme, mulai dari inkorporasi moralitas keagamaan secara kasat mata melalui populisme. Melalui buku ini, Profesor Ratno Lukito, sarjana perbandingan hukum, menjawab pertanyaan tersebut dengan menyediakan kajian kesarjanaan terdepan terkait apa saja yang menjadi unsur bagi hadirnya sebuah “tradisi hukum Indonesia” yang pada gilirannya mampu menghadirkan sebuah “sistem hukum nasional” yang khas. Sebagaimana dituangkan dalam postscript, kontribusi akademis ini tidak hanya diharapkan mampu merangsang “pemikiran ulang” terkait sistem hukum seperti apa yang dibutuhkan untuk merespon tantangan “Reformasi” tapi juga menyampaikan berbagai arahan baru dalam isu yang sangat mendesak ini.

Tentang Penulis

Ratno Lukito, MA (McGill), DCL (McGill), adalah Profesor dalam Perbandingan Hukum di berbagai universitas terkemuka, termasuk University of Western Sydney, Australia dan Direktur Program IMR untuk Nasionalisme dan Transnasionalisasi Hukum di Era Post-Kolonial. Selain itu, beliau adalah Postdoctoral Research Fellow di Van Vollenhoven Institute, Faculty of Law, Leiden University, the Netherlands, SPIN-KNAW Postdoctoral Program, Belanda (2009-11).  Di antara banyak karya ilmiah lainnya, buku terbarunya adalah Legal Pluralism in Indonesia: Bridging the Unbridgeable dalam Routledge Contemporary Southeast Asia Series (2012), sedangkan artikel terbarunya adalah The Training, Appoinment, and Supervision of Islamic Lawyer in Indonesia dalam 21 Pacific Rim Law & Policy Journal 65-83 (2012), the University of Washington.

Untuk membeli
 atau hubungi kami di: press@imr.or.id