Membela Globalisasi: Melawan Okol dengan Akal

Membela Globalisasi Flyer

Di Indonesia setidaknya, untuk jaman ini, bisa dipastikan bila “Globalisasi” adalah hal buruk, sebagaimana digembar-gemborkan oleh mulai dari tokoh, ilmuwan, politisi, aktivis LSM, pengusaha, buruh, pengamat dan masih banyak lagi. Saking ramainya, anggapan tersebut sepertinya sudah menjadi bagian dari sesuatu yang keramat – yang menghuni bawah sadar! Sehingga, kadang sebagai orang biasa yang hidup dari pekerjaan jujur dan menjalani hidup yang sederhana, menjadi takut untuk menggugat nilai kebenaran yang dikandungnya. Ketakutan ini makin menjadi-jadi ketika gagasan ini didukung oleh banyak LSM yang mengatasnamakan kaum yang terpinggirkan. Tentunya, kita sesekali pernah bertanya-tanya, di tengah gemuruh kemarahan dan kebencian yang mengitarinya: apakah pembelaan mereka ini semua untuk kaum susah? Atau, lebih tepatnya, apakah klaim yang mereka kemukakan tidak mengandung kesalahan dengan dukungan bukti-bukti valid? Ini semua tidak bisa dilepaskan dari cara mereka menyampaikan argumen yang lebih mengedepankan kesimpulan bukannya alasan-alasan yang mendasarinya. Persoalan tersebut diperbesar oleh keraguan akan legitimasi dan kapasitas mereka ini. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itulah buku ini diterbitkan. Dengan reputasi mendunianya yang tak diragukan lagi sebagai intelektual terbesar di abad ini, Jagdish Bhagwati menjawab tantangan para pembenci globalisasi dengan kepala dingin secara elegan. Secara hati-hati, melalui terjemahan ini Pranoto Iskandar, penulis Hukum HAM Internasional dan banyak buku lainnya, berupaya keras untuk mempertahankan argumentasi yang dikemukakan di dalamnya mengalir dengan jernih sehingga perdebatan besar tentang globalisasi pun menjadi milik orang awam, yang memang sudah seharusnya. Salah satu bukti atas fakta bahwa Bhagwati adalah pemikir kelas berat. Semangatnya yang berapi-api, sekaligus disertai kejenakaan, membongkar kecerobohan dan tidak jarang manipulasi yang bersembunyi di balik kedok populisme dan keilmuan dengan bahasa yang sangat rumit dilakukan oleh kaum yang menganggap dirinya “terpelajar.” Buku ini akan membawa kita ke alam yang selama ini antah-berantah, di mana kita disuguhkan berbagai kekonyolan dan kesalahan pikir yang dimiliki oleh banyak intelektual dunia, termasuk pemenang Nobel Joseph Stiglitz. Tepat kiranya, bila koran The Economist menulis buku ini sebagai “buku panduan bagi orang awam yang cerdas.” Sebagaimana terbitan kami lainnya, edisi terjemahan Indonesia ini makin lengkap bobotnya dengan disertai Kata Pengantar yang ditulis secara khusus oleh intelektual raksasa lainnya, Profesor Hal Hill yang merupakan figur studi ekonomi di wilayah Asia, termasuk Indonesia, yang sangat disegani. Singkatnya, tiada lagi saat yang tepat untuk kaum awam mulai ikut berpartisipasi dalam perdebatan terpenting dalam sejarah manusia dengan mempersenjatai diri dengan akal sehat. Dan buku ini adalah langkah awal untuk itu! 

Tentang Penulis
Jagdish Bhagwati adalah salah satu pemikir dunia yang paling disegani saat ini yang telah berkontribusi secara signifikan dalam kajian teoretis sekaligus di tataran praktis yang dibuktikan dengan berbagai oleh penghargaan dari banyak asosiasi ilmuwan terkemuka dan berbagai posisi bergengsi yang pernah dijabatnya di berbagai lembaga tata-pemerintahan global. Beliau saat ini menjabat sebagai Profesor Universitas, jabatan akademik tertinggi, di Universitas Columbia, New York, dan anggota Dewan Penasihat di the Institute for Migrant Rights, Cianjur.
Tentang Penerjemah
Pranoto Iskandar telah menulis banyak karya rintisan yang secara ekstensif dalam isu hukum internasional dengan penekanan akan pentingnya pengembangan studi kesarjanaan yang mampu menanggapi secara memadai akan berbagai kesenjangan antara aspirasi di tingkat internasional dan realitas di tingkat lokal dan sebaliknya. Selain berupa karya akademis, hasil lain dari perhatian kesarjanaannya adalah the Institute for Migrant Rights sendiri.

Kata Pengantar ditulis oleh Hal Hill, the H.W. Arndt Professor of Southeast Asian Economies in the Arndt-Corden Department of Economics, Crawford School, College of Asia and the Pacific, The Australian National University, yang memiliki ketertarikan untuk penelitian yang terfokus  pada bermacam aspek ekonomi di Asia Tenggara. Setidaknya, sampai saat ini telah lebih dari 16 buku dan lebih dari 140 artikel jurnal dan kontribusi sebagai bab banyak buku. Selain itu, beliau menjabat sebagai editor di 13 jurnal keilmuan, dand penasihat AusAID, the Asian Development Bank, Bank Dunia, dan badan-badan PBB. Pada tahun 2011, beliau dilantik sebagai Fellow dari the Academy of Social Sciences of Australia. Beliau juga menjabat sebagai presiden ADEW (the Australasian Development Economics Workshop) perkumpulan ilmuwan ekonomi pembangunan yang, dengan dukungan AusAID, mengorganisir konferensi internasional besar di universitas Australia.

Untuk pemesanan hubungi: press@imr.or.id